Paper Ekonomi Sumberdaya Hutan                                                Medan,   April 2019

PEMANFAATAN KOMODITI KEHUTANAN
BURUNG PUYUH (Coturnix coturnix japonica)
Dosen PenanggungJawab:
 Dr. Agus Purwoko, S,Hut, M.Si

Disusun Oleh :
Fernando Samuel Silaban
171201196
HUT 4C















PROGAM STUDI KEHUTANAN
FAKULTAS KEHUTANAN
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
2019
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan Paper Ekonomi Sumberdaya Hutan ini dengan baik dan tepat waktu. Paper ini berjudul “Pemanfaatan Komoditi Burung Puyuh (Coturnix coturnix japonica)". Penulisan paper ini bertujuan untuk memberikan sumbangan pemikiran dan ilmu mengenai manfaat ekonomi sumberdaya hutan yang terdapat pada burung puyuh .
Penulis mengucapkan terimakasih kepada dosen pembimbing matakuliah Ekonomi Sumberdaya Hutan Bapak Dr. Agus Purwoko, S.Hut, M.Si atas arahan dan bimbingannya. Penulis menyadari bahwa paper ini masih jauh dari kesempurnaan, untuk itu saran dan kritik yang konstruktif sangat diharapkan demi kesempurnaan dan kemajuan bersama. Semoga paper ini dapat bermanfaat.
                                                                                                                       



Medan,    April 2019

Penulis





DAFTAR ISI
Halaman
KATA PENGANTAR ...........................................................................................i
DAFTAR ISI..........................................................................................................ii
BAB I. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang  .............................................................................................. ..1
1.2 RumusanMasalah............................................................................................ ..2
1.3 Tujuan  ............................................................................................................ ..2
BAB II. PEMBAHASAN
2.1 Kandungan Gizi Telur Burung Puyuh................................................. ..3
2.2 Manfaat Burung Puyuh....................................................................... ..3
2.3 Sejarah Burung Puyuh......................................................................... ..6
            2.4 Masalah Yang Di Hadapi Memelihara Burung Puyuh........................ ..7
BAB III. PENUTUP
3.1 Kesimpulan...................................................................................................... ..9
3.2 Saran.............................................................................................................. …9
DAFTAR PUSTAKA















BAB I
PEBDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Puyuh (Coturnix coturnix japonica) merupakan salah satu komoditas unggas yang mempunyai peran dan prospek yang cukup cerah sebagai penghasil telur. Puyuh juga memberi keuntungan dari daging sebagai salah satu alternatif yang mendukung ketersediaan protein hewani dengan harga murah dan mudah didapat, di samping itu bulu dan bahkan kotoran puyuh dapat dimanfaatkan.
Puyuh termasuk unggas yang mempunyai keunggulan sebagai hewan ternak. Nugroho dan Mayun (1986) menyatakan bahwa beberapa keunggulan puyuh diantaranya ialah : (1) pada usia 42 hari puyuh betina sudah dapat menghasilkan telur, (2) dalam satu tahun puyuh dapat menghasilkan 250 hingga 300 butir telur dengan berat rata-rata 10 gram/butir, (3) penelitian puyuh tidak memerlukan lahan yang luas, (4) bersifat lebih adaptif pada berbagai kondisi lingkungan (penyakit dan suhu), (5) telur dan daging puyuh memiliki nilai gizi yang tinggi, (6) bersifat lebih toleran pada pakan dengan serat kasar tinggi dibandingkan dengan ayam ras.
Faktor yang terpenting dalam pemeliharaan puyuh adalah pakan, sebab 80% biaya yang dikeluarkan peternak digunakan untuk pembelian pakan. Zat-zat gizi yang dibutuhkan harus terdapat dalam pakan, kekurangan salah satu zat gizi yang diperlukan akan memberikan dampak buruk.
Peningkatan potensi produksi burung puyuh memerlukan manajemen yang lebih baik terutama pakan berprotein tinggi. Sayangnya bahan pakan sumber protein merupakan bahan pakan yang paling mahal dibandingkan dengan yang lain sehingga menyebabkan biaya pakan juga tinggi.
            Salah satu cara untuk menekan biaya pakan adalah dengan menggunakan bahan pakan non- konvensional diantaranya limbah. Menurut Salahudin et al. (1994), daya tetas puyuh (Coturnix coturnix japonica) yaitu 75,66% sehingga limbah yang dihasilkan oleh usaha penetasan puyuh sangat banyak dan akan menimbulkan masalah lingkungan jika tidak ditangani dengan baik. Limbah penetasan burung puyuh yang telah dikeringkan mengandung 36,24% protein kasar, 0,92% serat kasar, 10,73% kalsium, 0,69% fosfor serta asam amino esensial dan non-esensial. Penggunaan limbah penetasan dalam pakan sebanyak 8% dapat meningkatkan protein dan kalsium dalam pakan.
Klasifikasi Burung Puyuh
Kingdom         : Anomalia
Filum               : Chordata
Kelas               : Aves
Ordo                : Galliformes
Famili              : Phasianidea
1.2 Rumusan Masalah
        Berdasrakan latar belakang diatas, beberapa masalah yang harus dibahas dalam makalah ini ialah sebagai berikut :
1. Apa kandungan gizi pada telur burung puyuh?
2. Apa saja manfaat memakan burung puyuh ?
3. Bagaimana sejarah burung puyuh?
      4. Masalah apa yang dihadapi para peternak burung puyuh ?
1.3 Tujuan Penulisan
         Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah sebagai berikut:
1.   Untuk mengetahui sejarah singkat dari peternakan burung puyuh.
2. Memberikan pengetahuan pada masyarakat serta pembaca tentang seberapa                besar potensi bisnis dari peternakan burung puyuh.
3. Disamping itu pula makah ini dibuat untuk memenuhi tugas matau kuliah   Ekonomi Sumberdaya Hutan.



BAB II
ISI

2.1 Kandungan Gizi Telur Puyuh
       Ukuran burung puyuh yang kecil tidak menutup kemungkinan dari banyaknya nutrisi yang terkandung di dalamnya. Secara umum, daging burung puyuh memiliki berbagai kandungan seperti protein, fosfor, lemak, kalsium, zat besi, seng, vitamin A dan juga vitamin B. Sedangkan telur burung puyuh juga memiliki kandungan protein yang tinggi serta terdapat kandungan kolin di dalamnya yang baik untuk otak.
2.2 Manfaat Burung Puyuh
       Dari kandungan gizi yang terdapat di dalam daging maupun telur burung puyuh, secara umum burung puyuh memiliki manfaat yang sama untuk kesehatan. Beberapa manfaat daging dan telur burung puyuh tersebut diantaranya yakni:
       1. Menjaga Kesehatan Mata
            Kuning telur tidak hanya memiliki kandungan protein, akan tetapi kuning telur puyuh memiliki kandungan lutein dan zeaksantin yang dapat menjaga kesehatan retina mata. Kedua kandungan tersebut melindungi mata dari mengatur sinar biru yang masuk kedalam mata. Karena sinar biru yang masuk kemata tanpa sebelumnya di filter terlebih dahulu dapat menimbulkan dampak yang buruk untuk kesehatan mata.
Selain lutein dan zeaksantin, telur dan daging burung puyuh juga memiliki kandungan vitamin A. Meskipun kandungan vitamin A dalam burung piyuh tidak sebanyak yang dimiliki oleh wortel, namun tetap memiliki manfaat dan berpengaruh untuk menjaga kesehatan mata.
2. Menjaga Kesehatan Kulit
Tidak hanya vitamin A dan B saja yang terkandung dalam burung puyuh, namun juga kandungan vitamin E. Sama halnya vitamin E dalam kandungan buah dan sayur, kandungan vitamin E pada daging burung puyuh dapat mencegah terjadinya penuaan dini. Vitamin E pada daging telur puyuh juga bermanfaat utuk proses regenerasi kulit yang berlangsung setiap saatnya.
3. Menguatkan Tulang
Daging burung puyuh memiliki kandungan fosfor dan kalsium di dalamnya. Kedua zat ini bermanfaat untuk menjaga tulang agar tidak keropos dan terhindar dari masalah tulang seperti osteoporosis  yang disebabkan karena kekurangan kalsium dan fosfor.
4. Mengatasi Gangguan Sistem Pernapasan
Mengkonsumsi daging burung puyuh dapat mengatasi masalah pernapasan yang dialami, seperti fungsi dari daging kelelawar dan daging tupai. Beberapa masalah pernapasan yang dapat diatasi dengan mengkonsumsi daging burung puyuh diantaranya yakni asma, tuberculosis, dan vegetative vascular dystrophy.
5. Memperbaiki Jaringan Tubuh
Mengkonsumsi daging dan telur puyuh juga dapat memperbaiki kerusakan yang terjadi pada beberapa jaringan tubuh. Protein yang terkandung dalam daging dan telur puyuh membantu pembentukan beberapa jaringan dan sel yang ada pada kuku, kulit, rambut dan membantu meningkatkan produksi hormon dan enzim yang ada di dalam tubuh.
6. Meningkatkan Kekebalan Tubuh
Daging burung puyuh yang dikonsumsi secara rutin, dapat meningkatkan sistem imunitas dalam tubuh. Peningkatan sistem imun ini berfungsi untuk mencegah tubuh agar tidak mudah terserang penyakit. Selain itu, sistem imun yang baik dapat membasmi bakteri dan parasit yang masuk di dalam tubuh.
7. Menjaga Kesehatan Jantung
Kandungan protein pada daging dan telur burung puyuh dapat membantu meneyimbangkan kolesterol buruk yang masuk dalam tubuh. Oleh karena itu, mengkonsumsi daging dan telur burung puyuh baik untuk menjaga kesehatan jantung.
8. Memberikan Nutrisi Pada Otak
Telur burung puyuh memiliki kandungan kolin yang berperan untuk perkembangan fungsi otak. Kolin dalam telur burung puyuh juga membantu kinerja syaraf yang ada di otak untuk meningkatkan daya ingat. Dengan mengkonsumsi telur burung puyuh, daya ingat akan lebih baik dan tidak mudah lupa.
9. Mengatasi Anemia
Zat besi yang terkandung di dalam burung puyuh berfungsi untuk mengatasi anemia atau kekurangan darah. Zat besi dapat membantu produksi hemoglobin serta sel darah merah yang dapat menagatasi kekurangan darah dalam tubuh.
10. Mencukupi Kebutuhan Energi
Burung puyuh juga memiliki kandungan vitamin B2 yang mampu mengubah karbohidrat menjadi gula. Seperti yang telah diketahui bahwa gula sebagai bahan energi yang diperlukan oleh tubuh.
11. Mengatasi Masalah Pada Sistem Pencernaan
Pencernaan memang salah satu organ yang sangat penting karena tempat penyerapan sari makanan untuk diikat darah dan dibawa keseluruh tubuh. Ketika sistem pencernaan terganggu, dapat mengakibatkan berbagai masalah kesehatan lainnya karena proses penyerapan sari makanan yang ada pada usus terganggu. Gangguan sistem pencernaan bisa disebabkan karena bakteri di dalamnya. Gangguan lain disebabkan karena adanya bisul pada usus, gastritis maupun bisul perut. Beberapa masalah tersbeut dapat diatasi dengan mengkonsumsi daging burung puyuh.
2.3 Sejarah Burung Puyuh
       Puyuh merupakan jenis burung yang tidak dapat terbang, ukuran tubuh relatif kecil, berkaki pendek dan dapat diadu. Burung puyuh disebut juga Gemak (Bhs. Jawa-Indonesia). Bahasa asingnya disebut “Quail”, merupakan bangsa burung (liar) yang pertama kali diternakan di Amerika Serikat, tahun 1870. Dan terus dikembangkan ke penjuru dunia. Sedangkan di Indonesia puyuh mulai dikenal, dan diternak semenjak akhir tahun 1979. Kini mulai bermunculan di kandang-kandang ternak yang ada di Indonesia.
2.4 Masalah Yang Di Hadapi Memelihara Burung Puyuh
1. Radang usus (Quail enteritis)
Penyebab: bakteri anerobik yang membentuk spora dan menyerang usus, sehingga timbul pearadangan pada usus.
Gejala: puyuh tampak lesu, mata tertutup, bulu kelihatan kusam, kotoran berair dan mengandung asam urat.
Pengendalian: memperbaiki tata laksana pemeliharaan, serta memisashkan burung puyuh yang sehat dari yang telah terinfeksi.
2.Tetelo (NCD/New Casstle Diseae)
Gejala: puyuh sulit bernafas, batuk-batuk, bersin, timbul bunyi ngorok, lesu, mata ngantuk, sayap terkulasi, kadang berdarah, tinja encer kehijauan yang spesifik adanya gejala “tortikolis”yaitu kepala memutar-mutar tidak menentu dan lumpuh.
Pengendalian:menjaga kebersihan lingkungaan, menjaga litter tetap kering; dengan Tetra Chloine Capsule diberikan melalui mulut; Noxal, Trisula Zuco tablet dilarutkan dalam air minum atau sulfaqui moxaline, amprolium, cxaldayocox
3. Cacar Unggas (Fowl Pox)
Penyebab: Poxvirus, menyerang bangsa unggas dari semua umur dan jenis kelamin.
Gejala: imbulnya keropeng-keropeng pada kulit yang tidak berbulu, seperti pial, kaki, mulut dan farink yang apabila dilepaskan akan mengeluarkan darah.
Pengendalian: vaksin dipteria dan mengisolasi kandang atau puyuh yang terinfksi.
4. Quail Bronchitis
Penyebab: Quail bronchitis virus (adenovirus) yang bersifat sangat menular.
Gejala: puyuh kelihatan lesu, bulu kusam, gemetar, sulit bernafas, batuk dan bersi, mata dan hidung kadang-kadang mengeluarkan lendir serta kadangkala kepala dan leher agak terpuntir.
Pengendalian: pemberian pakan yang bergizi dengan sanitasi yang memadai.
5. Aspergillosis
Penyebab: cendawan Aspergillus fumigatus.
Gejala: Puyuh mengalami gangguan pernafasan, mata terbentuk lapisan putih menyerupai keju, mengantuk, nafsu makan berkurang.
Pengendalian: memperbaiki sanitasi kandang dan lingkungan sekitarnya.
6. Cacingan
Penyebab: sanitasi yang buruk.
Gejala: puyuh tampak kurus, lesu dan lemah.
Pengendalian: menjaga kebersihan kandang dan pemberian pakan yang terjaga kebersihannya.




BAB III
PENUTUP

Kesimpulan
1. Puyuh (Coturnix coturnix japonica) merupakan salah satu komoditas unggas yang mempunyai peran dan prospek yang cukup cerah sebagai penghasil telur. Puyuh juga memberi keuntungan dari daging sebagai salah satu alternatif yang mendukung ketersediaan protein hewani dengan harga murah dan mudah didapat, di samping itu bulu dan bahkan kotoran puyuh dapat dimanfaatkan.
2. Faktor yang terpenting dalam pemeliharaan puyuh adalah pakan, sebab 80% biaya yang dikeluarkan peternak digunakan untuk pembelian pakan. Zat-zat gizi yang dibutuhkan harus terdapat dalam pakan, kekurangan salah satu zat gizi yang diperlukan akan memberikan dampak buruk.
3. Salah satu cara untuk menekan biaya pakan adalah dengan menggunakan bahan pakan non- konvensional diantaranya limbah. Menurut Salahudin et al. (1994), daya tetas puyuh (Coturnix coturnix japonica) yaitu 75,66% sehingga limbah yang dihasilkan oleh usaha penetasan puyuh sangat banyak dan akan menimbulkan masalah lingkungan jika tidak ditangani dengan baik. Limbah penetasan burung puyuh yang telah dikeringkan mengandung 36,24% protein kasar, 0,92% serat kasar, 10,73% kalsium, 0,69% fosfor serta asam amino esensial dan non-esensial. Penggunaan limbah penetasan dalam pakan sebanyak 8% dapat meningkatkan protein dan kalsium dalam pakan.
SARAN
Peningkatan potensi produksi burung puyuh memerlukan manajemen yang lebih baik terutama pakan berprotein tinggi. Sayangnya bahan pakan sumber protein merupakan bahan pakan yang paling mahal dibandingkan dengan yang lain sehingga menyebabkan biaya pakan juga tinggi.



DAFTAR PUSTAKA
Djulardi, A., Helmi, M., Suslina, A.L. 2006. Nutrisi Aneka Ternak Dan Satwa Harapan. Andalas University Press. Padang.
Gomez, K. A. 2005. Prosedur Statistik Untuk Penelitian Pertanian , edisi kedua, UI Press, Jakarta
Hidayat, A. 2007. Pengantar Konsep Dasar Keperawatan. Salemba Medika. Jakarta.
Purwanti, 2008. Kajian Efektifitas Pemberian Kunyit, Bawang Putih dan Mineral Zink terhadap Performa, Kadar Lemak, Kolesterol dan Status Kesehatan Broiler. Thesis. Sekolah Pascasarjana. Institut Pertanian Bogor.
Suprijatna, E., Umiyati, A dan Ruhyat, K. 2005. Ilmu Dasar Ternak Unggas. Penebar Swadaya. Jakarta.

Komentar

Postingan Populer