Tahir, Pendiri Mayada Grup
TAHIR, PENDIRI MAYAPADA GRUP
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Wirausahawan
(bahasa Inggris: entrepreneur) adalah orang yang melakukan aktivitas wirausaha
yang dicirikan dengan pandai atau berbakat mengenali produk baru, menentukan
cara produksi baru, menyusun manajemen operasi untuk pengadaan produk baru,
memasarkannya, serta mengatur permodalan
operasinya.
Pengusaha
adalah orang (pribadi) atau persekutuan (badan hukum) yang menjalankan sebuah
jenis perusahaan. Dalam melakukan usaha, seorang pengusaha tidak dapat berjalan
sendiri. Ia membutuhkan tenaga kerja yang akan membantunya menjalankan roda bisnis
yang dijalankan. Apalagi perusahaan yang dikelolanya sudah cukup besar, maka
tenaga kerja yang dipakai pun akan lebih banyak. Tapi ada juga pengusaha yang
dapat bekerja sendiri tanpa harus bantuan orang lain, artinya usahanya masih
bisa dikendalikan sendiri.
Tujuan Penulisan
1. Megetahui
biodata Tahir
2. Mengetahui
prestasi maupun keberhasilan Tahir
dalam berwirausaha
3. Mengetahui
kiat-kiat sukses Tahir
dalam berwirausaha
4. Mengetahui
perjalanan karir Tahir
5. Mengetahui
tantangan yang dihadapi Tahir
dalam berwirausaha serta mengetahui cara mengatasinya
Hasil dan Pembahasan
Biodata Tahir
Nama : Dato’ Sri Prof. Dr. Tahir (Ang Tjoen Ming)
Lahir : Surabaya, 26 Maret 1952
Orang Tua : Ang Boen Ing (Ayah), Lie Tjien Lien (Ibu)
Istri : Rosy Riady
Anak : Grace Tahir, Jane Tahir, Victoria Tahir, Jonathan Tahir
Agama : Kristen Protestan
Lahir : Surabaya, 26 Maret 1952
Orang Tua : Ang Boen Ing (Ayah), Lie Tjien Lien (Ibu)
Istri : Rosy Riady
Anak : Grace Tahir, Jane Tahir, Victoria Tahir, Jonathan Tahir
Agama : Kristen Protestan
Riwayat Pendidikan :
- SMA Kristen Petra Kalianyar Surabaya
- Nanyang Technological University, Singapura
- Golden Gates University, California, Amerika Serikat
Riwayat
Pekerjaan :
- Penjual pakian
- Pendiri Mayapa Grup
- Pendiri Tahir Foundation
Prestasi Tahir
Tahir pernah dianugerahi gelar kehormatan "Dato
'Sri" dari Sultan Pahang Malaysia karena kontribusi Tahir dalam
menyelesaikan “konflik” antar perusahaan di Malaysia. Tahir juga dekar dengan
mantan Perdana Menteri Lee Kuan Yew (almarhum) di Singapura atas kontribusinya
dalam bidang pendidikan.
Pada tahun 2011 Tahir
mendapatkan penghargaan Chancellor's Citation dari University of California, Berkeley, Amerika
Serikat atas kepemimpinan yang luar biasa dalam bisnis dan
pengabdiannya dalam kegiatan filantropi dan pelayanan kepada masyarakat. Tahir
juga tercatat sebagai orang Asia pertama yang menjadi anggota wali amanat
University of California (UC) Berkeley, AS.
Tahir diberikan penghargaan Entrepreneur of the Year 2011 dari Ernst &
Young dan penghargaan di bidang pendidikan oleh Perdana Menteri Singapura Lee Kuan Yew (2011).
Pada tahun 2016, Tahir memperoleh gelar doktor kehormatan dari Universitas Gadjah Mada.
Kini
Tahir tercatat sebagai orang terkaya ke-12 di Indonesia. Harta kekayaannya
saat ini mencapai 2 miliar dollar US$ atau setara dengan 19 trilyun rupiah.
Setelah mendapatkan kesuksesan di bisnis garmen dan perbankan yang dia geluti
akhirnya dia mulai melirik ke sektor rumah sakit yang dilanjutkan dengan toko
bebas bea serta perusahaan media. Perusahaan media yang dia lakoni sudah
memiliki lisensi Forbes Indonesia. Setelah
mendapatkan kesuksesan dari bisnis-bisnis itu, dia mulai lagi menunjukkan
kekuatan bisnisnya dengan menciptakan perusahan properti sebanyak sebelas
perusahaan yang bertempat di Bali, Indonesia dan Singapura.
Kiat-Kiat Kesuksesan Tahir
Tahir
memegang teguh prinsip hidupnya yang menyatakan bahwa bisnis adalah sebuah
sarana untuk menjadi manusia yang bermanfaat bagi orang lain. Salah satu sifat
dermawan Tahir yang paling terlihat adalah usahanya mengembangkan wirausaha
kecil dan menengah.
Hal ini ia lakukan melalui bank Mayapada yang
didirikannya. Tahir selalu dan selalu memompa semangat masyarakat Indonesia
untuk mau berwirausaha dan tidak memangku tangan kepada orang lain namun
berusaha untuk membantu orang lain dengan membuka lapangan pekerjaan.
Sosok ini menjadi layak untuk dijadikan sebuah
contoh pribadi yang sukses karena kegigihannya dalam mewujudkan keinginannya.
Salah satunya adalah keinginannya untuk menjadi seorang dokter. Meskipun ia
tidak dapat menjadi seorang dokter karena tidak bisa melanjutkan pendidikannya
dahulu, ia mewujudkan keinginannya dengan mendirikan sebuah rumah sakit.
Rumah Sakit Mayapada ini adalah cara Tahir untuk dapat
membantu sesama dengan cara memudahkan akses pelayanan kesehatan bagi anak dan
orang tidak mampu. Selain itu pada saat banjir di Jakarta, Tahir bersama Alim
Markus dari Maspion dan Mochtar Riady dari Lippo Group menggelontorkan 7
Miliyar rupiah dalam bentuk pengadaan air bersih dan seragam beserta buku-buku
bagi anak-anak korban banjir. Selain itu, sumbangannya yang sangat terkenal
adalah US$ 75 Juta untuk The Global Fund bermitra dengan Bill & Melinda
Gates Foundation.
Perjalanan Bisnis Milik Tahir
Perjalanan bisnis yang dijalani oleh sosok ini menjadi salah satu biografi Tahir. Tahir dikenal sebagai sosok pengusaha yang ulet dan memiliki bisnis yang beraneka ragam. Suatu hal yang mencengangkan lagi adalah seluruh usaha yang dilakukannya menuai kesuksesan luar biasa.
Dari
garmen, Tahir muda mulai memasuki bisnis lain. Pada tahun 1986, Tahir
mendirikan Mayapada Group dan merambatkan bisnisnya dari dealer mobil, garmen,
perbankan, sampai kesehatan. Namun, sejak tahun 1990 bisnis perbankan Tahir
maju pesat dan meninggalkan bisnis garmennya.
Saat krisis moneter pada tahun 1998 bank
Mayapada ini tidak kehilangan eksistensinya karena tidak mengambil kredit
terlalu banyak dari bank asing. Dengan eksistensinya tersebut, bank Mayapada
melaju pesat hingga saat ini dapat menjadi bank yang memiliki nama besar.
Majalah terkemuka di dunia yaitu Forbes
memasukkan nama Tahir sebagai salah satu pengusaha dan orang terkaya di
Indonesia dengan total kekayaan berjumlah 3,1 Milyar Dollar Amerika atau
sekitar 41.3 Triliun Rupiah pada tahun 2017.
Itulah beberapa informasi dalam biografi dan
profil Tahir yang sangat sayang untuk Anda lewatkan. Betapa akan sangat tidak
percumanya seseorang membantu orang lain. Dengan bisnis Tahir mampu membuktikan
bahwa dirinya tetap bisa membantu orang lain yang benar-benar membutuhkan bantuan
dan justru membuat dirinya semakin sukses.
Tantangan
Robert Budi Hartono dalam Berwirausaha serta Solusinya
Tahir
atau yang akrab dipanggil Datok Tahir lahir di Surabaya, 26 Maret 1952. Ia
lahir di lingkungan yang rata-rata warganya tergolong tidak mampu. Ia
dibesarkan oleh seorang Ayah yang menghidupi keluarga dengan membuat becak,
sementara ibunya turut membantu keluarga dengan mengecat becak yang dibuat
ayahnya.
Meski dalam kondisi serba kekurangan, ia bisa menamatkan pendidikan menengahnya di SMA Kristen Petra Kalianyar Surabaya tahun 1971 saat berusia. 19 tahun. Ketika lulus SMA Tahir pernah bercita-cita ingin menjadi seorang dokter, namun tidak kesampaian.
Cita-cita tersebut kandas karena pada suatu ketika, saat itu ayahnya mengalami sakit keras hingga tidak sanggup lagi membiayai keluarga. Rencana Tuhan mengubah jalan hidup yang telah dia rancang. Karena sakit yang diderita oleh ayahnya tersebut Tahir muda harus berhenti kuliah dan melanjutkan bisnis ayahnya di Surabaya.
Namun, nasibnya cukup beruntung kemudian. Pada umur 20 tahun, ia mendapat beasiswa di sekolah bisnis di Nanyang Technological University, Singapura.
Di negeri Singa itu, Tahir menempuh studi sambil mencari produk tiap bulan di Singapura untuk dijual di Surabaya. Dia membeli pakaian wanita dan sepeda dari pusat perbelanjaan di Singapura, lalu menjualnya kembali ke Indonesia.
Dari sinilah, ia mendapatkan idenya untuk kapitalisasi produk impor guna membantu biaya sekolahnya. Awal dari bisnis garmen yang kemudian serius dia geluti pula. Di umur 35 tahun, ia bersekolah kembali lalu menyelesaikan pendidikan keuangan di Golden Gates University, Amerika Serikat.
Dari bisnis garmen, lambat laun Tahir muda mulai berani memasuki bidang bisnis lain, dia masuki bidang keuangan. Diawali dari Mayapada Group yang didirikannya pada 1986, bisnisnya merambat dari dealer mobil, perbankan, sampai di bidang kesehatan. Tahun 1990 Bank Mayapada lahir menjadi salah satu bisnis andalannya. Ketika itu, bisnis garmen Mayapada tidak lagi tumbuh, justru bisnis banknya maju pesat.
Bank Mayapada terus agresif ketika melihat dirinya sukses menghadapi krisis moneter. Dengan investasi asing seperti US, UAE, dan Singapura, banknya kini memiliki lebih dari 100 cabang di penjuru Indonesia. Pada 2007, bank ini mendapatkan predikat bank umum terbaik nomor 2 selain bank milik negara. Penghargaan dikeluarkan oleh majalah InfoBank.
PENUTUP
Kesimpulan
1. Datok’ Sri Prof. Dr. Tahir (Ang Tjoen
Ming) (lahir di Surabaya 26 Maret 1952) adalah pengusaha dan orang yang
dermawan di Indonesia.
2. Tahir tercatat sebagai orang terkaya ke-12 di Indonesia. Harta kekayaannya saat
ini mencapai 2 miliar dollar US$ atau setara dengan 19 trilyun rupiah versi majalah Forbes.
3. Tahir memegang teguh prinsip hidupnya yang
menyatakan bahwa bisnis adalah sebuah sarana untuk menjadi manusia yang
bermanfaat bagi orang lain.
4. Tahir pernah dianugerahi gelar
kehormatan "Dato 'Sri" dari Sultan Pahang Malaysia karena kontribusi
Tahir dalam menyelesaikan “konflik” antar perusahaan di Malaysia. Tahir juga
dekar dengan mantan Perdana Menteri Lee Kuan Yew (almarhum) di Singapura atas
kontribusinya dalam bidang pendidikan.
Saran
1. Terusah
berusaha tanpa mengenal kata lelah, berusaha dan meminta pertolongan kepada Tuhan, karena Tuhan lah yang
mengatur rezeki setiap hambanya.
2. Memulai
itu sulit tapi lebih sulit itu mempertahankan sesuatu, apabila kita mengalami
kebangkrutan maka kita harus bangkit dari keterpurukan itu jangan
terlalu lama dalam keterpurukan itu.
3. Berwirausahalah
yang baik sesuai dengan syariat agama.
4. Percayalah
hasil tidak akan menghianati usaha.
Daftar
Pustaka
https://id.wikipedia.org/wiki/Tahir
https://www.viva.co.id/siapa/read/205-dato-sri-prof-dr-tahir
https://www.biografiku.com/biografi-dan-profil-tahir-sosok-pengusaha-sukses-yang-berjiwa-besar/
https://tirto.id/m/dato%E2%80%99-sri-tahir-e1

Komentar
Posting Komentar